Apa itu COVID-19 ?
COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019. COVID-19 ini dapat menimbulkan gejala gangguan pernafasan akut seperti demam diatas 38°C, batuk dan sesak nafas bagi manusia. Selain itu dapat disertai dengan lemas, nyeri otot, dan diare. Pada penderita COVID-19 yang berat, dapat menimbulkan pneumonia, sindroma pernafasan akut, gagal ginjal bahkan sampai kematian.
COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan droplet (percikan cairan pada saat bersin dan batuk), tidak melalui udara. Bentuk COVID-19 jika dilihat melalui mikroskop elektron (cairan saluran nafas/ swab tenggorokan) dan digambarkan kembali bentuk COVID-19 seperti virus yang memiliki mahkota.
Sumber : http://www.padk.kemkes.go.id/article/read/2020/04/23/21/hindari-lansia-dari-covid-19.html
Gejala Covid-19
1. Demam tinggi
Menurut dr Erlina Burhan SpP(K) MSc PhD dari Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, sejak awal wabah virus corona, gejala yang paling umum dan banyak pasien alami, mencapai 98%, ialah demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius.
Meskipun virus tersebut sudah mengalami mutasi, pada sebagian orang rentan perlu mewaspadai diri dan curigalah jika sudah mengalami demam tinggi, bahkan hanya dengan suhu tubuh 37,8 derajat Celsius.
2. Batuk dan pilek
Batuk yang dimaksudkan dalam kategori kemungkinan terinfeksi virus corona adalah batuk yang terlampau sering dalam sejam. Umumnya, batuk kering dan terjadi terus-menerus, secara lebih dari tiga kali 24 jam.
3. Berkurang indera penciuman
Dalam diskusi online bertajuk Covid-19, Tantangan dan Alternatif Solusi Berbasis Bukti, Erlina mengatakan, berkurangnya fungsi indera penciuman bisa menjadi gejala Covid-19.
Dia mencontohkan, jika biasanya bisa mengenali jenis masakan yang sedang dimasak di dapaur dari kejauhan, orang yang terinfeksi Covid-19 mungkin sulit melakukannya.
Contoh lain, bila ada aroma kuat di sekitar, orang lain bisa menciumnya tapi kita tidak, ini bisa jadi tanda ada gangguan fungsi pernapasan.
4. Berkurang indera pengecap
Gangguan fungsi pernapasan tidak hanya terlihat dari berkurangnya indera penciuman. Erlina menyebutkan, indera pengecap pada lidah yang berkurang juga harus masyarakat curigai sebagai ada gangguan fungsi tubuh Anda, yang bisa jadi akibat infeksi virus corona.
Perhatikan diri sendiri, jika merasa tidak bisa atau berkurang kemampuan memilah rasa makanan yang Anda makan dan tidak hanya sesekali saja, ini patut Anda curigai sebagai infeksi Covid-19.
Berkurangnya indera penciuman dan pengecap ini juga ahli Inggris katakan sebagai gejala potensial yang bisa muncul tanpa ada gejala lainnya.
5. Sesak napas
Sesak napas menjadi salah satu gejala yang serius. Umumnya, pasien Covid-19 dalam kasus yang serius akan mengalami pneumonia, paru-paru penuh dengan nanah dan cairan.
Inilah yang bisa menyebabkan pasien Covid-19 serius akan mengalami sesak napas yang intens dan batuk yang menyakitkan.
6. Sakit tenggorokan
Persoalan sakit tenggorokan umumnya bisa siapa saja rasakan dan kapan saja. Ahli gizi Dr dr Tan Shot Yen MHum menyebutkan, jika Anda mengalami sakit tenggorokan hanya di pagi hari, bisa jadi keluhan itu hanyalah sesaat saja.
Hal itu bisa terjadi, saat selama Anda tidur dan terlalu banyak menghirup udara tanpa disadari juga membuat tenggorokan Anda kering di pagi hari.
Namun, jika mengalami keluhan tenggorokan kering yang terus-menerus selama beberapa hari, Anda juga perlu mewaspadai ini.
7. Mata merah
Kondisi terbaru yang para ilmuwan di China temukan pada pasien Covid-19 adalah conjunctivitis. Yakni, inflamasi atau infeksi yang terdapat pada membran transparan (conjunctiva) di mata.
Ketika conjunctivitis terjadi, pembuluh darah terinflamasi sehingga menimbulkan kondisi mata merah. Dari 38 pasien positif Covid-19, sebanyak 12 pasien mengalami conjunctivitis. Pada dua pasien, virus corona terdeteksi di cairan mata dan hidung.
Dr Liang Liang, ilmuwan dari Departemen Oftalmologi China Three Georges University, Yichang, China, mengatakan, pasien yang memiliki gejala pada mata, virus terdeteksi pada air mata pasien tersebut. Serta, kemungkinan virus corona menyerang area mata pada pasien yang mengidap pneumonia akut.
8. Lelah
Menurut sebuah laporan dalam Journal of American Medical Association, sebanyak 98% pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumahsakit mengalami demam. Sebanyak 76%-82% mengalami batuk kering. Dan, 11%-14% melaporkan lemah dan lelah.
Tapi, saat ini juga banyak pasien positif Covid-19 tanpa memiliki gejala atau asimptomatik. Dugaannya, di luaran masih banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berpotensi menjadi pembawa virus tanpa mereka sadari.
Nah, untuk Anda yang memiliki beberapa keluhan tersebut dan berlangsung dalam beberapa hari, segera laporkan diri ke hotline Covid-19 yang pemerintah sediakan, 119. Atau, menghubungi layanan hotline fasilitas kesehatan terdekat dari tempat tinggal Anda.
Sumber : https://kesehatan.kontan.co.id/news/cemas-tertular-virus-corona-berikut-8-gejala-yang-harus-anda-curigai?page=all
Cara mencegah penyebaran covid-19
Untuk mencegah penyebaran COVID-19:
-Cuci tangan Anda secara rutin. Gunakan sabun dan air, atau cairan pembersih tangan berbahan alkohol.
-Selalu jaga jarak aman dengan orang yang batuk atau bersin.
-Kenakan masker jika pembatasan fisik tidak dimungkinkan.
-Jangan sentuh mata, hidung, atau mulut Anda.
-Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung Anda dengan lengan atau tisu.
-Jangan keluar rumah jika merasa tidak enak badan.
-Jika demam, batuk, atau kesulitan bernapas, segera cari bantuan medis.
Sumber : https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public